Menyeberang Sungai ke Birkenhead

DCIM101GOPRO DCIM101GOPRO DCIM101GOPRO DCIM101GOPRO DCIM101GOPRO DCIM101GOPRO DCIM101GOPRO DCIM101GOPRO DCIM101GOPRO DCIM101GOPRO DCIM101GOPRO DCIM101GOPRO DCIM101GOPRO DCIM101GOPRO DCIM101GOPRO DCIM101GOPRO

Birkenhead – Kota kecil di seberang Liverpool. Kota yang sunyi senyap. Mungkin karena pas hari minggu. Kota kecil yang lumayan menarik terutama Wirall Transport Museum nya. Dari museum ini bisa naik tram kuno ke ferry terminal yang juga menjadi satu dengan museum U-boat, kapal selam keren di jamannya kebanggaan hitler. Tram kuno ini sudah menggunakan listrik walaupun dindingnya masih terbuat dari kayu. Tiket yang diberikan pun dibuat kuno berbentuk kertas tebal persegi panjang. Sepanjang jalan menyusuri tepian sungai sesekali kota Liverpool mengintip di kejauhan diantara gedung. Tak lupa disuguhi suara berdecit decit berisik gesekan roda besi dan rel yang sejajar dengan trotoar pejalan kaki. Klakson khas tram dibunyikan ketika melintasi persimpangan dengan cara menginjak semacam besi di lantai ruang kemudi. Mungkin semacam ini ya tram yang dulu pernah lalu – lalang di jalanan Surabaya?

First Shot with my D90 @ Monumen Perjuangan Renon

 Pertamakalinya hunting keluar menggunakan partner baru Nikon D90. Bingung mau kemana akhirnya melangkahkan kaki ke lapangan renon Denpasar. Masih bingung juga dengan berbagai tombol aneh Рaneh di kamera ini. Coba Рcoba saja setelan yang sekiranya cocok. Pencet sana sini walaupun masih belum terlalu paham fungsinya apa.

Ternyata situasi sedang ramai kawan, banyak kegiatan dilakukan di lapangan ini. Berikut beberapa jepretannya:DSC_0034 copy

Monumen Perjuangan didalamnya ada musemnya kawan.. kisah perang melawan penjajah, dari lantai paling atas yang cukup tinggi kita bisa melihat dengan jelas denpasar dari atas

DSC_0037 copy

Piknik di rumput hijau dan di bawah pohon yang rindang

DSC_0038 copy

Semut merah juga tidak ketinggalan ikut beraktivitasDSC_0050 copykegiatan positif dari muda mudi, berolahraga DSC_0056 copy asik juga sebagai lokasi berlatih menari, gerakan – gerakannya lentur sekali kawan, benar – benar harus bilang wow DSC_0081 copyYang berlatih Yoga juga tidak ketinggalan

Omed – Omedan @ Sesetan, Denpasar, Bali

DSC_0023 copySetelah Nyepi, ternyata masih ada lagi kemeriahan kawan. Berlokasi di Sesetan, Denpasar digelar acara Omed – omedan. Tradisi yang satu ini cukup unik, karena pada saat berlangsungnya acara peserta cewek dan cowok berciuman. Acara yang penuh guyuran air ini sangat meriah dan penuh sesak dengan penonton. Perlu usaha ekstra keras untuk mendapat posisi bidik yang menarik. Berbekal kresek plastik indomaret untuk menutupi kamera saya beranikan diri blusukan diantara penonton. Beberapa kali saya tersiram air berikut kamera yang saya pegang. Berikut beberapa jepretannya. O iya, acara ini juga dimeriahkan Nanoe Biru band yang cukup populer di Bali.

DSC_0033 copy

Dipanjatkan doa terlebih dahulu sebelum acara dimulai

DSC_0106 copy

Panitia yang siap – siap menyiram air pada saat dan arah yang tidak terduga, minggir dulu kawan

DSC_0109 copy

Peserta cowok disiram dulu biar dingin..

DSC_0126 copy

Berpegangan, takut takut saat akan dipilih untuk dipertemukan dengan peserta cowok

DSC_0137 copy

Begini cara merangkul yang benar… petunjuk dari Bapak- Bapak senior

DSC_0166 copy

Sesaat sebelum diguyur

DSC_0167 copy

Dan.. inti acara pun dimulai (kamera basah.. hiks)

DSC_0168 copy

Lagi…

DSC_0180 copyPerlu pelukan, ditenangkan dulu setelah ber omed-omedan

Kalau kebetulan berada di bali saat setelah nyepi jangan lewatkan untuk melihat tradisi dari Bali yang satu ini kawan.